Tugas 1
Ernita
Dirgahayu A (22213954)
Intan
Ayu Dewanti (24213429)
Definisi Pasar
Modal dan pelaku dari pasar modal
Pengertian
Pasar Modal
Manajemen Investasi. Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai
instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam
bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah,
public authorities, maupun perusahaan swasta. Menurut Usman (1990:62), umumnya
surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi
surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan.
Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat
berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat
juga didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari
perusahaan, sedangkan saham adalah bukti penyertaan dari perusahaan.
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang
terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga
perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang
beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa
gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan
jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek
(Sunariyah, 2000 : 4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka
jelaslah bahwa pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam
mencari dana dengan menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.
Pelaku Pasar Modal
Pelaku-pelaku di bursa efek atau pasar modal adalah pihak-pihak yang melakukan
aktivitas perdagangan di pasar modal tersebut. Pelaku-pelaku tersebut adalah
sebagai berikut.
a. Emiten
Emiten merupakan perusahaan yang menjual kepemilikan
sahamnya kepada masyarakat, atau yang lebih dikenal dengan istilah go
public. Tergolong ke dalam emiten misalnya reksadana (investment
fund/mutual fund) dan perusahaan publik. Adapun tujuannya adalah.
1. memperoleh tambahan dana untuk perluasan usahanya.
2. melakukan pengalihan pemegang saham, dan
3. mengubah/memperbaiki komposisi modal.
b. Investor (Pemodal)
Investor/pemodal merupakan pihak/badan atau perorangan yang
membeli kepemilikan suatu perusahaan yang go public. Investor dapat
membeli efek di pasar perdana (primary market) dan di pasar sekunder (secondary
market). Adapun tujuan seseorang atau suatu badan usaha membeli efek yaitu
untuk memperoleh dividen, berdagang, dan spekulasi.
c. Lembaga Penunjang
Lembaga penunjang merupakan lembaga yang berfungsi sebagai
penunjang atau pendukung aktivitas di pasar modal. Lembaga penunjang tersebut
antara lain sebagai
berikut.
4. Penjamin Emisi (Underwriter)
Berfungsi sebagai penjamin dalam penjualan efek yang diterbitkan oleh
perusahaan go public. Ada beberapa bentuk penjaminan efek oleh penjamin emisi
antara lain sebagai berikut.
a) Full/Firm Commitment, yaitu penjamin emisi menjamin
secara penuh atas penjualan efe yang dikeluarkan oleh perusahaan go
public.
b) Best Effort Commitment, yaitu penjamin emisi
dituntut agar efek yang dikeluarkan semuanya laku. Penjamin emisi tidak
berkewajiban membeli saham yang tidak laku.
c) Standby Commitment, yaitu ada saham yang tidak laku,
maka penjamin emisi bersedia membeli efek yang tidak laku tersebut dengan harga
di bawah harga penawaran untuk umum.
d) All or None Commitment, artinya transaksi resmi akan
terjadi jika penjamin emisi dapat menjual semua efek yang ditawarkan, jika ada
efek yang tidak laku, maka semua transaksi efek yang dilakukan oleh penjamin
emisi dan investor dibatalkan dan semua efek dikembalikan kepada emiten.
5. Penanggung (Guarantor)
Lembaga penanggung ini biasanya dari lembaga perbankan dan
lembaga keuangan bukan bank yang telah mendapat izin dari menteri keuangan
untuk memberikan jaminan kepada pihak yang membutuhkan kepercayaan dari pihak
yang memberikan kepercayaan. Bagi pemodal dalam membeli efek memerlukan jaminan
bahwa perusahaan yang mengeluarkan efek akan bersedia membayar haknya pada masa
yang akan datang.
6. Wali Amanat (Trustee)
Lembaga ini akan bertindak sebagai wali si pemberi amanat
dalam penerbitan obligasi yaitu investor.
7. Perantara Perdagangan Efek (Broker dan Pialang)
Pialang/broker merupakan pihak yang melakukan jual beli efek
yang listing di bursa efek. Dalam perdagangan efek risiko dan hak
atas suatu efek seluruhnya berada pada pihak investor. Pialang memperoleh balas
jasa dari layanan yang ia berikan kepada investor.
8. Perusahaan Surat Berharga (Securities Company)
Perusahaan surat berharga merupakan perusahaan yang bergerak
di bidang perdagangan efek yang tercatat di bursa efek dan didukung oleh tenaga
profesional seperti underwriter, broker, fund management.
9. Pedagang Efek (Dealer)
Pedagang efek dapat membeli efek atas namanya sendiri.
Pedagang efek dapat memperoleh keuntungan (capital gain) atau kerugian
(capital loss).
10. Perusahaan Pengelola Dana (Investement Company)
Perusahaan mengelola dana (fund management) dan penyimpanan
dana (questodian). Questodian juga melakukan penagihan bunga dan dividen kepada
emiten. Cara perusahaan mengelola dana menarik pemodal dapat melalui dana
bersama (mutual fund) dan melalui penjualan saham.
11. Biro Administrasi Efek
Beberapa kegiatan yang sering dilakukan Biro Administrasi
Efek, antara lain adalah sebagai berikut.
a) Membantu emiten dan underwriter dalam emisi efek.
b) Penyimpanan dan pengalihan hak atas saham para invstor.
c) Membuat daftar pemegang saham atas permintaan emiten.
d) Menyiapkan korespondensi emiten kepada pemegang saham.
e) Membuat laporan jika diminta oleh instansi berwenang seperti BAPEPAM.
Perbedaan
akuntansi internasional dari yang lainnya
Perbedaan akuntansi internasional dengan akuntansi
lain terdapat pada
·
Yang dilaporkan adalah perusahaan
multinasional (multinasional company – MNC).
·
Operasi transaksi melintasi batas –
batas negara.
·
Pelaporan ditujukan kepada pengguna yang
berlokasi di negara selain negara perusahaan.
Perbedaan akuntansi internasional membawa sejumlah
permasalahan dari sudut pandang analisis keuangan.
Ø Pertama,
sebagai usaha untuk menilai perusahaan asing, ada kecenderungan untuk melihat
pendapatan dan data finansial yang lain dari sudut pandang negara asalnya, dan
karena adanya bahaya dari mengabaikan efek dari perbedaan akuntansi. Kecuali
perbedaan signifikan yang diambil ke dalam akun, mungkin dengan beberapa
keterlibatan pernyataan ulang, ini mungkin mempunyai konsekuensi yang sangat
serius.
Ø Kedua,
kesadaran dari perbedaan internasional menyarankan perlunya untuk menjadi
familiar dengan prinsip akuntansi negara asing sebagai tujuan untuk mengenal
lebih baik data pendapatan dalam konteks pengukuran.
Ø Ketiga,
persoalan dari sifat yang bisa dibandingkan dan harmonisasi akuntansi yang
diulas dalam konteks dari kesempatan investasi alternatif.
Perbedaan yang timbul disebabkan
oleh:
o
pertumbuhan ekonomi,
o
inflasi,
o
sistem politik,
o
pendidikan,
o
profesi akuntan,
o
peraturan perpajakan,
o
pasar uang, dan
o
modal.
Jelaskan
tentang Accounting Diversity
Accounting Diversity adalah suatu perbedaan
aturan pelaporan akuntansi dan keuangan antar berbagai negara.
Sebagai contoh:
1.Pencatatan Akuntansi untuk Goodwill.Di Amerika
Serikat (AS), goodwill tidak di amortisasi, tetapi akan diturunkan jika rusak.
Sedangkan,untuk di Jepang dan Korea, goodwill akan
di amortisasi selama masa manfaatnyatidak lebih dari dua puluh tahun.
2.Asset revaluationDi Amerika Serikat revaluasi atas
aset tetap umumnya tidak diperbolehkan.Sedangkan,di UniEropa perusahaan publik
bebas memilih antara dua metode yang berbeda untuk menilai asetmereka.
3.Inflation AccountingDi Amerika Serikat (dan banyak
negara lain), Laporan keuangan tidak disesuaikan dengan inflasiyang terjadi
pada masing-masing Negara tersebut.Sedangkan,di Negara Amerika Latin,
pernahmengalami pengalaman inflasi yang signifikan, sehingga laporan
keuangannya disesuaikandengan perubahan yang disebabkan oleh inflasi.
Faktor-faktor
yang berkontribusi pada internasional ekonomi
Menurut Choi dan Muller (1998; 1) Bahwa ada tiga
kekuatan utama yang mendorong bidang akuntansi internasional kedalam dimensi
internasional yang terus tumbuh, yaitu (1) faktor lingkungan, (2)
Internasionalisasi dari disiplin akuntansi, dan (3) Internasionalisasi dari
profesi akuntansi.
Faktor Lingkungan yang Berpengaruh Terhadap Pengembangan Akuntansi
Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki
pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain :
1. Sistem
Hukum
Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami
dan cocok dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan
kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional
yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan sistem yang berlaku
di negara-negara hukum umum (common law). Dalam hukum perang atau situasi
darurat nasonal lainnya, semua aspek fungsi akuntansi mungkin diatur oleh
sejumlah pengadilan atau badan pemerintah pusat. Contohnya adalah dalam masa
Nazi Jerman, ketika persiapan-persiapan perang yang intensif dan kemudian pada
saat PD II memerlukan sistem akuntansi nasional yang sangat seragam untuk
mengontrol semua aktivitas ekonomi nasional secara total.
2. Sistem
Politik
Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena
sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan
prktik-prakti akuntansi. Sebagai contoh, akuntansi Inggris yang ada semasa
pergantian Abad 20, “diekspor” ke negara-negara persemakmuran. Belanda
melakukan hal yang sama ke filipina dan Indonesia, Perancis ke negara-negara
jajahannya di Asia da Afrika. Jerman menggunakan simpati politik untuk
mempengaruhi, antara lain, akuntansi di Jepang dan Swedia.
3. Sifat
Kepemilikan Bisnis
Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan
prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda
dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau
bank. Misalnya, kepemilikan publik yang sangat tinggi atas saham-saham
korporasi di AS telah menghasilkan apa yang dinamakan Sunshine accounting
standards of wide open disclosure, sedangkan ketidakhadiran partisipasi publik
dalam kepemilikan saham perusahaan di Perancis telah membatasi komunikasi
keuangan yang efektif hanya ke saluran komunikasi ”insider” saja. Kepemilikan
Bank yang tinggi di Jerman juga menghasilkan respon akuntansi yang berbeda. Di
AS, AICPA membuat rekomendasi khusus bagi standar dan praktik akuntansi
keuangan tertentu yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan non publik yang
lebih kecil.
4. Perbedaan
Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis
Dikotomi yang terjadi antara perusahaan besar dan kecil terus berlanjut, mulai
dari masalah asuransi, hingga keseluruh hirarki perusahaan induk-anak, termasuk
masalah kompleksitas. Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini
bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang
berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal.
Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan sistem akuntansi yang
berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik.
5. Iklim
Sosial
Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi diberbagai
belahan dunia. Di Perancis, mengarah pada pelaporan tanggungjawab sosial,
sebaliknya di Swiss masih sangat konservatif sehingga perusahaan-perusahaan
besar swiss melaporkan kondisi keuangannya yang relatif ringkas. Orang Italia
masih sangat berorientasi pada pajak, bahkan di beberapa negara Amerika bagian
Timur dan Selatan, akuntansi sama dengan pembukuan dan dianggap tidak cocok
secara sosial.
6. Tingkat
Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan
Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi
akan sangat menentukan perkembangan akuntansi. Karena secanggih dan sehebat
apapun output akuntansi, jika manajemen bisnis dan para pengguna tidak dapat membaca,
mengartikan, dan memahaminya hal tersebut tidak akan ada gunanya.
7. Tingkat
Campur Tangan Bisnis Legislatif
Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi
tertentu. Seperti di Swedia, dimana kelonggaran pajak tertentu harus dibukukan
secara akuntansi sebelum bisa diklaim bagi tujuan pajak; ini juga merupakan
situasi bagi penilaian persediaan metode LIFO di AS. Hukum-hukum perlindungan
sosial yang beragam juga mempengaruhi standar-standar akuntansi. Contohnya
adalah kewajiban membayar pesangon dio beberapa negara Amerika Selatan.
8. Ada
Legislasi Akuntansi tertentu
Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan
dan teknik-teknik akuntansi tertentu. Di AS, SEC menentukan standar-standar
pengungkapan dan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan besar, dengan mengacu
pada FASB.
9. Kecepatan
Inovasi Bisnis
Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi,
namun karena penggabungan bisnis yang begitu popular di erofa memaksa akuntansi
turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan.
10. Tahap
pembangunan Ekonomi
Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membuthkan prinsip-prinsip
akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju. Di negara pertanian, tingkat
ketergantungan pada kredit dan kontrak bisnis jangka panjang mungkin masih
kecil. Sehingga akuntansi akrual yang canggih tidak berguna dan yang dibutuhkan
adalah akuntansi kas sederhana.
11. Pola pertumbuhan Ekonomi
Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan
pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan
akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang
berkepanjangan.
12. Status
Pendidikan dan Organisasi Profesional
Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber
otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau
negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Adaptasi
faktor-faktor akuntansi dari Inggris merupakan pengaruh lingkungan yang
signifikan dalam akuntansi dunia sampai akhir PD II. Sejak saat itu, proses
adaptasi internasional beralih ke sumber-sumber dari AS. Pengembangan
akuntansi, baik yang berasal dari negara itu sendiri atau yang diadaptasi dari
negara-negara lain, tidak akan sukses kecuali jika kondisi-kondisi lingkungan
seperti yang terdapat dalam daftar diatas dipertimbangkan secara penuh.
Mengapa
Akuntansi Internasional penting
Mempelajari
akuntansi Internasional sangat penting karena menyediakan informasi yang
relevan kepada pembuat keputusan dalam era perdagangan internasional dan pasar
global. Akuntansi Internasional didefinisikan sebagai akuntansi untuk transaksi
internasional, perbandingan prinsip akuntansi di negara – negara yang berbeda dan
harmonisasi berbagai standar akuntansi.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh
pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan
pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan
meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai
suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan
universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan
sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang. Pada tingkatan
yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di
Negara-negara seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan.
Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah
bahwa di banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan
standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan
aturan profesional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis
dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi
yang lingkup keputusannya semakin internasional.
Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi
para pengguna maupun penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun
terakhir, usaha-usaha institusi untuk mempersempit perbedaan dalam pengukuran,
pengungkapan dan proses auditing di seluruh dunia semakin intensif
dilakukan.
Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional merupakan
sesuatu yang penting di satu sisi, sekarang ini terdapat sejumlah faktor
tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional.
Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus
hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi
bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing
langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam
beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis
internasional.
Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam
ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertical
tidak lagi menjadi bukti model operasibyang efisien. Hubungan informasi, secara
global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin dialihkontrakkan
kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia yang memiliki
kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari
pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbale-balik yang menjadi karakter
hubunngan perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka
digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari
pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.
Sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya
mempelajari akuntansi internasional. faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan
yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal
secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi
informasi. Pengendlian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi
asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis
dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap
bisnis internasional. Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan
perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.
Dari pengertian yang telah dikemukakan tersebut dapat dikatakan bahwa akuntansi
internasional berkaitan dengan hubungan antar negara. Salah satunya adalah
hubungan ekonomi antar negara yang tercipta karena adanya aktivitas ekspor
maupun impor tadi. Sesuai ulasan tersebut dapat dikatakan bahwa kita perlu
mempelajari ilmu tentang akuntansi internasional untuk mengetahui seperti
apakah prinsip -prinsip akuntansi yang diterapkan di negara lain. Fungsinya
adalah untuk dapat membangun kerjasama global yang baik dengan negara lain
khususnya dalam bidang ekonomi.
Identitikasikan
masalah kelaporan internal dan eksternal yang timbul ketika investasi dan
bisnis melampaui batas kenegaraan
Bisnis internasional menimbulkan saling
ketergantungan ekonomi antarnegara, yang pada akhirnya berpengaruh pada: (1) Operasional
perusahaan multinasional yang semakin mengglobal, meliputi pengembangan produk,
produksi, dan marketing. Transfer teknologi menjadi faktor penting
pada operasi global. (2) Pasar Global yang mengglobal, memberi
kesempatan bagi investor & kreditor untuk melakukan
aktivitas financing yang mendunia.
Perdagangan dan investasi internasional menimbulkan
beberapa permasalahan baru, di antaranya:
a. Transaksi
mata uang asing.
b. Translasi
mata uang asing.
c. Pajak
untuk operasi internasional.
d. Konsolidasi
laporan keuangan dengan subsidiary dan afiliasi.
e. Transfer
pricing.
f. Comparative
disclosure.
Kesimpulannya : bahwa pasar modal itu juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat. Kemudian Pelaku-pelaku di bursa efek atau pasar modal adalah pihak-pihak yang melakukan aktivitas perdagangan di pasar modal tersebut
Perbedaan antara akuntansi dengan akuntansi internasional sendiri yang timbul disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi,inflasi,sistem politik, pendidikan, profesi akuntan,peraturan perpajakan,pasar uang, dan modal.
Referensi: